Pengesahan Warga Baru PSHT Kota Kediri 2026, Tekankan Budi Luhur dan Persaudaraan

Pengesahan Warga Baru PSHT Kota Kediri 2026, Tekankan Budi Luhur dan Persaudaraan

Loading

KEDIRI – Menjelang prosesi pengesahan warga baru, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri Pusat Madiun menggelar kenduri selamatan di Padepokan PSHT yang berada di Jalan Lawu, Kecamatan Pojok, Kota Kediri, Selasa malam (16/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan menjelang pengesahan warga baru pada bulan Suro atau Muharram.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan calon warga baru PSHT Tingkat I. Selain itu, turut hadir unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Kediri, para ketua perguruan silat se-Kota Kediri, pimpinan partai politik, hingga perwakilan organisasi profesi media. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang mengedepankan nilai persaudaraan dan kebersamaan.

Bagi para calon warga, momentum pengesahan menjadi tahapan penting dalam perjalanan mereka di organisasi pencak silat yang telah berdiri sejak lama tersebut. Setelah melalui proses latihan dan pembinaan, mereka akan resmi menjadi bagian dari keluarga besar PSHT dengan tanggung jawab yang lebih besar sebagai warga tingkat satu.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, Kangmas Agung Sediana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dalam suasana aman dan penuh kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa pengesahan bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai warga PSHT.

Keterangan Gambar : Humas PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun

“Setelah adik-adik resmi disahkan menjadi warga PSHT Tingkat 1, tolong siapkan hati dan niat untuk selalu menjaga harga diri serta marwah organisasi. Apa yang telah kalian terima selama latihan bukan sekadar jurus, melainkan semangat untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kangmas Agung Sediana di hadapan para calon warga.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama dalam setiap langkah kehidupan. Menurutnya, seorang warga PSHT harus mampu menjadi teladan dengan tetap rendah hati, terus berlatih, serta senantiasa menebarkan kebaikan kepada sesama.

Sementara itu, Wali Kota Kediri yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Samsul Bahri, menyampaikan pesan yang sarat makna melalui sebuah analogi sederhana. Ia mengaku sempat mempertimbangkan pakaian yang akan dikenakan sebelum menghadiri acara tersebut dan akhirnya memilih mengenakan jaket organisasi Pertasi.

Menurut Samsul, pada lambang Pertasi terdapat filosofi “ditanggung satu keluarga, dipikul satu saudara” yang memiliki kesamaan semangat dengan nilai-nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi oleh keluarga besar PSHT. Filosofi tersebut dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antaranggota dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Kota Kediri juga menitipkan tiga pesan penting kepada para warga baru yang telah disahkan. Pertama, menjaga marwah organisasi dengan selalu membawa nama baik PSHT di mana pun berada. Kedua, menebarkan nilai-nilai budi luhur yang telah diajarkan para pelatih dan pendahulu. Ketiga, memberikan kontribusi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Setiap tindakan dan kegiatan adik-adik semua pasca-pengesahan ini harus bisa menjadi cerminan yang baik di mata masyarakat sekitar. Selamat atas pengesahannya, mari bersama-sama kita jaga Kota Kediri agar tetap aman, damai, dan harmonis,” tutur Samsul Bahri.

Rangkaian pengesahan warga baru PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun tahun 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak lepas dari sinergi pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian, Pamter (Pengamanan Terate), serta jajaran pengurus rayon dan ranting PSHT di seluruh wilayah Kota Kediri. Dengan semangat persaudaraan dan ajaran budi luhur yang terus dijaga, para warga baru diharapkan mampu menjadi pendekar yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

(trio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *