Kapolres Kediri: Majelis Taklim Punya Peran Strategis Bangun Harmoni dan Kamtibmas

Kapolres Kediri: Majelis Taklim Punya Peran Strategis Bangun Harmoni dan Kamtibmas

Loading

Kediri — Majelis taklim dinilai memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. Keberadaannya yang dekat dengan kehidupan warga menjadikan majelis taklim memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial dalam membangun komunikasi, kepedulian, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., saat menghadiri Rapat Kerja Pengurus Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kabupaten Kediri periode 2026-2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Minggu (9/8/2026).

Rapat kerja tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru FKMT Kabupaten Kediri untuk menyusun berbagai program kerja selama lima tahun ke depan. Dalam kesempatan itu, Kapolres Kediri memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapannya agar program yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal organisasi.

Menurut AKBP Latif, program FKMT ke depan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Terlebih, majelis taklim memiliki jaringan yang cukup dekat dengan warga melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan di berbagai lingkungan.

“Majelis taklim ini punya peran yang luar biasa. Bukan hanya soal kegiatan keagamaan, tetapi juga bagaimana komunikasi dengan masyarakat bisa terbangun dan nilai-nilai kebaikan serta karakter terus ditanamkan,” ujar AKBP Latif.

Ia menilai kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun komunikasi sosial. Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan dibicarakan apabila tersedia ruang komunikasi yang terbuka antara masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan aparat keamanan.

Dari perspektif kepolisian, komunikasi yang terbangun melalui berbagai elemen masyarakat juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semakin banyak jalur komunikasi yang tersedia, semakin besar pula peluang berbagai persoalan dapat diselesaikan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Karena itu, Kapolres Kediri berharap hasil Raker FKMT dapat melahirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia juga mendorong agar hal-hal positif yang selama ini telah berjalan dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan dari rapat perdana ini lahir program yang benar-benar bermanfaat, baik untuk umat maupun masyarakat Kabupaten Kediri. Yang paling penting, apa yang sudah baik ini bisa terus berlanjut,” tutur AKBP Latif.

Raker FKMT Kabupaten Kediri periode 2026-2031 selanjutnya menjadi pijakan bagi pengurus dalam menentukan arah organisasi dan menyusun agenda kerja selama lima tahun mendatang. Program yang dirancang diharapkan tidak hanya memperkuat kegiatan keagamaan, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial dan komunikasi antarwarga.

Bagi Polres Kediri, keberadaan FKMT menjadi salah satu ruang yang dapat memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan, tetapi dibangun sejak dini melalui komunikasi, penanaman nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Dengan demikian, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, kondusif, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat Kabupaten Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *