Inovasi Es Puter “Sunny Scoop” Berbahan Kudapan TOGA, Dikenalkan Mahasiswa PPG UNESA

Inovasi Es Puter “Sunny Scoop” Berbahan Kudapan TOGA, Dikenalkan Mahasiswa PPG UNESA

Loading

Surabaya, PublikNews.net – Kelompok 3 Proyek Kepemimpinan PPG Calon Guru 2026 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melaksanakan proyek bertajuk “Edukasi dan Inovasi Pengolahan Kunyit Asam Menjadi Es Puter ‘Sunny Scoop’ sebagai Upaya Pemanfaatan TOGA Sekolah” di SDN Lidah Kulon I Surabaya. Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi dan inovasi dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan sekolah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Proyek yang terdiri atas 10 anggota tersebut melibatkan Firda Alviyanti, Aisyah Azzahro, Rozallya Ninggar A., Nadiva Ade Franstito, Nisrina Betari Athillah, Kartika Novitasari, Tegar Galih Anugerah I., Novi Aditya Lestari, Audy Genissa Putri, dan Muhammad Daffa A. S., serta dibimbing oleh Dr. Ika Rahmawati, S.Si., M.Pd. Pelaksanaan kegiatan melibatkan guru dan murid SDN Lidah Kulon I Surabaya melalui serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman yang tersedia di lingkungan sekolah.

Rangkaian proyek diawali dengan penanaman pohon asam dan tanaman kunyit bersama guru dan murid. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah koleksi tanaman TOGA di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada murid mengenai pentingnya menanam dan merawat tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan selanjutnya berupa pelatihan pembuatan es puter “Sunny Scoop” kepada guru. Kunyit dan asam yang menjadi bahan utama produk diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk pangan yang kreatif dan menarik. Melalui pelatihan tersebut, guru memperoleh pengalaman dalam mengolah bahan TOGA menjadi produk inovatif yang berpotensi dikembangkan di lingkungan sekolah.

Selain keterampilan pengolahan produk, kelompok juga memberikan pelatihan branding “Sunny Scoop” kepada guru. Pelatihan ini membekali guru dengan pengetahuan mengenai pengenalan produk, identitas logo, serta cara mengemas produk agar lebih menarik. Dengan demikian, pemanfaatan TOGA tidak berhenti pada kegiatan menanam dan mengolah, tetapi juga diarahkan pada pengembangan produk yang memiliki identitas dan daya tarik.

Antusiasme murid turut terlihat ketika mereka mendapatkan kesempatan mencicipi es puter “Sunny Scoop”. Sejumlah murid menyampaikan bahwa es puter tersebut memiliki rasa yang enak dan segar. Respons tersebut menjadi salah satu pengalaman positif dalam pelaksanaan proyek sekaligus menunjukkan bahwa hasil pengolahan tanaman TOGA dapat dikembangkan menjadi produk yang dekat dengan keseharian murid.

Melalui proyek “Sunny Scoop”, kelompok 3 PPG Calon Guru 2026 PGSD UNESA berupaya menghadirkan pemanfaatan TOGA yang tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga pada edukasi, keterampilan pengolahan, kreativitas, dan pengembangan produk. Kolaborasi antara mahasiswa PPG, guru, dan murid diharapkan dapat mendorong keberlanjutan pemanfaatan TOGA serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. (har)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *