![]()
KEDIRI – PT PLN (Persero) UP3 Kediri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih melalui peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Universitas Islam Kadiri, Senin (27/4/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus simbol kolaborasi antara sektor pendidikan dan industri energi.
Peresmian yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut dimulai pukul 10.00 WIB dan ditandai dengan seremoni pemotongan pita serta uji coba langsung pengisian kendaraan listrik. Acara ini dihadiri oleh jajaran PLN, pimpinan universitas, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah PLN menghadirkan SPKLU di lingkungan kampus. Ia menilai fasilitas ini tidak hanya menjadi infrastruktur pendukung kendaraan listrik, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam transfer teknologi antara PLN dan dunia akademik.
Menurutnya, kehadiran SPKLU ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia optimistis sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan institusi pendidikan dapat menciptakan inovasi baru yang berdampak langsung bagi masyarakat Kota Kediri.
Peresmian SPKLU ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi transportasi yang kini mulai beralih dari energi fosil menuju energi listrik yang lebih ramah lingkungan. Transformasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan emisi karbon dan mempercepat penggunaan energi berkelanjutan di berbagai sektor.
Manager PLN UP3 Kediri, Fikri Praditya, menjelaskan bahwa saat ini PLN telah menghadirkan sebanyak 15 unit SPKLU yang tersebar di wilayah Kediri. Tiga unit di antaranya berada di lingkungan UNISKA, dua unit di kantor PLN, sementara sisanya tersebar di sejumlah lokasi strategis seperti hotel dan kampus lainnya.
Fikri menambahkan, keberadaan SPKLU di UNISKA tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengisian daya kendaraan listrik, tetapi juga sebagai bagian dari konsep “green campus”. Fasilitas ini diharapkan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mempelajari teknologi kendaraan listrik secara langsung dan aplikatif.
Selain itu, PLN memastikan operasional SPKLU tidak akan mengganggu pasokan listrik masyarakat sekitar. Sistem distribusi listrik yang digunakan telah dirancang khusus agar mampu menampung kebutuhan daya tambahan tanpa membebani jaringan utama.
Secara nasional, PLN terus memperluas jaringan SPKLU sebagai bagian dari strategi mendukung percepatan kendaraan listrik. Hingga kini, ribuan unit SPKLU telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.
Dari sisi fasilitas, SPKLU di UNISKA dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat, mulai dari ultra fast charging hingga medium charging. Selain itu, tersedia pula fasilitas pendukung seperti area parkir khusus kendaraan listrik, WiFi, mushola, ATM, dan toilet untuk menunjang kenyamanan pengguna.
Antusiasme terhadap kehadiran SPKLU ini juga datang dari kalangan mahasiswa. Adit dan Fajar, mahasiswa Fakultas Teknik Elektro UNISKA, menyambut baik fasilitas tersebut dan berharap dapat menjadi sarana transfer teknologi sekaligus membuka peluang magang agar mahasiswa bisa terlibat langsung dalam pengembangan kendaraan listrik.
Dengan diresmikannya SPKLU di UNISKA Kediri, PLN berharap dapat semakin mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Lebih dari itu, kolaborasi antara PLN dan dunia pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan serta mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri.
(raa)

