![]()
Kediri – Aliansi Warga Terate menggelar aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait pemberitaan yang dinilai cenderung provokatif dan berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Aksi tersebut dilakukan secara tertib dengan mengedepankan penyampaian pendapat secara damai serta mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kediri Raya.
Aksi damai tersebut mengacu pada surat edaran yang diterbitkan Aliansi Warga Terate. Dalam surat tersebut, peserta aksi diimbau untuk menjaga ketertiban, menaati aturan hukum, tidak mudah terprovokasi, serta tetap mengedepankan sikap santun selama menyampaikan aspirasi. Aliansi juga mengajak seluruh peserta untuk menghormati aparat keamanan yang bertugas mengawal jalannya kegiatan.
Dalam pernyataannya, Aliansi Warga Terate menilai terdapat pemberitaan dari salah satu media online yang dianggap memiliki muatan provokatif sehingga memunculkan keresahan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, aksi damai digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi agar seluruh insan pers tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, prinsip keberimbangan, serta menyajikan informasi yang akurat dan tidak memicu konflik sosial.
Aliansi menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, setiap produk jurnalistik diharapkan tetap mengedepankan profesionalisme, verifikasi informasi, serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pemberitaan agar tidak menimbulkan persepsi yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Di sisi lain, PT Kediri Panjalu Jayati selaku pengelola media online kediritangguh.co telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat, khususnya warga Kediri Raya, atas pemberitaan terkait kegiatan peliputan di Desa Maron, Kecamatan Banyakan, yang dinilai telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Direktur PT Kediri Panjalu Jayati, Nanang Priyo Basuki, menyampaikan penyesalan atas dampak yang ditimbulkan dari pemberitaan tersebut. Ia berharap situasi di tengah masyarakat dapat kembali kondusif serta hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat tetap terjaga.
Melalui pernyataan tersebut, pihak perusahaan juga menegaskan bahwa permintaan maaf disampaikan secara sukarela tanpa adanya unsur tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan sekaligus komitmen untuk menjaga kepercayaan publik dalam menjalankan aktivitas jurnalistik.
Aliansi Warga Terate menyambut baik adanya permintaan maaf terbuka tersebut dan berharap persoalan ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak memperpanjang polemik, tetap menjaga persaudaraan, serta menyerahkan setiap persoalan kepada mekanisme hukum dan etika yang berlaku apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam pemberitaan.
Melalui aksi damai ini, Aliansi Warga Terate juga mengimbau seluruh masyarakat Kediri Raya agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mereka berharap media massa, masyarakat, serta seluruh elemen terkait dapat bersama-sama menjaga kondusivitas daerah, menghormati kebebasan pers yang bertanggung jawab, dan terus memperkuat persatuan demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan harmonis di Kediri Raya.

