Perkuat Mitigasi Bencana, Ditpolsatwa Polri Luluskan 72 Pawang K-9 Pelacak dan Aswasada Baru

Perkuat Mitigasi Bencana, Ditpolsatwa Polri Luluskan 72 Pawang K-9 Pelacak dan Aswasada Baru

Loading

JAKARTA – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung operasi kemanusiaan dan mitigasi bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Bintara Pawang Satwa Anjing/K-9 Pelacak Korban Bencana dan Bintara Aswasada (Pawang Kuda) Tahun Anggaran 2026 yang resmi ditutup pada Kamis (4/6/2026).

Upacara penutupan pendidikan berlangsung di Lapangan Upacara Subditlatsatwa, Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubditlatsatwa Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Dadiyo, S.I.K., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Penutupan pendidikan turut dihadiri sejumlah pejabat utama Ditpolsatwa, perwakilan Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri, satu pleton aswasada beserta turangga atau kuda, serta satu pleton pawang satwa K-9. Kehadiran para peserta dan undangan menambah semarak kegiatan yang menandai berakhirnya proses pendidikan spesialisasi tersebut.

Sebanyak 72 personel bintara dinyatakan lulus dan mengikuti upacara penutupan secara lengkap. Jumlah tersebut terdiri dari 36 personel yang mengikuti Dikbangspes Bintara Pawang Satwa K-9 Pelacak Korban Bencana dan 36 personel lainnya dari Dikbangspes Bintara Aswasada atau pawang kuda.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Dadiyo menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pendidikan berjalan dengan baik, aman, dan lancar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Keberhasilan pelaksanaan pendidikan tersebut menjadi bukti komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme personel yang bertugas di bidang kepolisian satwa.

Menurutnya, pelatihan intensif yang diberikan selama pendidikan bertujuan membekali peserta dengan kemampuan teknis dan operasional yang dibutuhkan dalam berbagai tugas kemanusiaan. Khususnya bagi pawang K-9 pelacak korban bencana, keterampilan tersebut sangat penting untuk mendukung proses pencarian dan penyelamatan korban saat terjadi bencana alam.

Sementara itu, pendidikan bagi personel aswasada juga memiliki peran strategis dalam mendukung pengamanan wilayah dan berbagai kegiatan kepolisian yang membutuhkan keterlibatan satuan berkuda. Kemampuan pawang dan satwa yang terlatih diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.

Setelah upacara penutupan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara peserta didik, pejabat, dan para undangan. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan para peserta dalam menyelesaikan pendidikan spesialisasi yang telah dijalani.

Sebagai penutup rangkaian acara, para lulusan menampilkan peragaan ketangkasan operasional satwa. Atraksi yang diperagakan langsung oleh pawang K-9 dan aswasada tersebut menunjukkan kemampuan hasil latihan selama pendidikan, sekaligus menjadi gambaran kesiapan personel dan satwa dalam mendukung tugas-tugas Polri, terutama pada operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *