![]()
KEDIRI – Program budidaya uwi ungu yang digagas Polres Kediri Polda Jawa Timur terus menunjukkan perkembangan positif. Tanaman yang dibudidayakan di wilayah Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, kini mulai tumbuh dengan baik dan sulurnya telah merambat pada ajir yang dipasang di area lahan budidaya.
Perkembangan tersebut menjadi indikator keberhasilan awal dari program ketahanan pangan yang dijalankan secara kolaboratif oleh Polres Kediri bersama berbagai instansi dan kelompok masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan pangan alternatif berbasis potensi lokal di Kabupaten Kediri.
Pemantauan kondisi tanaman terbaru dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Wates pada Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus melakukan koordinasi dengan pengelola lahan terkait langkah-langkah perawatan yang diperlukan.
Budidaya uwi ungu ini merupakan bagian dari dukungan Polres Kediri terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari PCTA Indonesia, Pondok Jati Diri Bangsa, Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Forkopimcam Wates, hingga kelompok tani setempat.
Sebanyak 3.000 bibit uwi ungu ditanam di lahan seluas 3.850 meter persegi yang berada di belakang Mapolsek Wates. Bibit tersebut berasal dari PCTA Bekasi, Pondok Jati Diri Bangsa, serta petani dari Kabupaten Magetan yang turut mendukung pengembangan tanaman pangan alternatif tersebut.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kapolsek Wates AKP Agus Sudarjanto menyampaikan bahwa pertumbuhan tanaman yang mulai merambat menunjukkan budidaya berjalan sesuai target yang telah direncanakan sejak awal.
“Saat ini uwi ungu sudah mulai merambat dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Program ini dibangun bersama berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar AKP Agus Sudarjanto.
Menurutnya, uwi ungu memiliki prospek yang cukup menjanjikan sebagai sumber pangan alternatif. Selain dapat mendukung ketahanan pangan, tanaman ini juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
AKP Agus menegaskan bahwa pendampingan dan pemantauan terhadap lahan budidaya akan terus dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh tanaman dapat tumbuh optimal hingga masa panen dan memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat sekitar.
Perkembangan positif budidaya uwi ungu ini menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dan kelompok tani dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan pangan lokal yang produktif dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri.

