![]()
JAKARTA – Rangkaian aksi penyampaian aspirasi di sejumlah titik di Ibu Kota, mulai dari kawasan Gedung DPR/MPR RI, Silang Monas, hingga lokasi lainnya, pada Selasa (20/10/2026), berlangsung damai dan tertib. Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat serta pihak terkait yang turut menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyampaikan penghargaan kepada berbagai kelompok masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan mengedepankan suasana kondusif. Apresiasi tersebut ditujukan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), mahasiswa Universitas Jayabaya, Koalisi Nasional Perempuan Indonesia, serta seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam aksi.
Menurut Budi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dihormati. Karena itu, pelaksanaan aksi secara tertib menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat luas tetap diperhatikan.
Polda Metro Jaya juga mengapresiasi sinergi berbagai unsur yang terlibat dalam pengamanan kegiatan tersebut. Jajaran Kodam Jaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, petugas pengamanan dalam (Pamdal), serta personel kepolisian dinilai telah berkontribusi dalam memberikan pelayanan dan menjaga keselamatan masyarakat selama rangkaian aksi berlangsung.
“Apresiasi juga kami sampaikan kepada jajaran Kodam Jaya, Pemprov DKI Jakarta, Pamdal, dan seluruh personel kepolisian yang telah bekerja bersama memberikan pelayanan dan menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya turut menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang aktivitas sehari-hari maupun perjalanannya sempat terganggu akibat berlangsungnya kegiatan penyampaian aspirasi di sejumlah kawasan Jakarta. Permohonan maaf tersebut menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam aksi, tetapi turut merasakan dampak dari kegiatan tersebut.
Budi menegaskan, sesuai arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas pengamanan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, sekaligus memastikan keselamatan peserta aksi, petugas, dan warga lainnya tetap menjadi prioritas.
Prinsip pelayanan humanis juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dalam pelaksanaan pengamanan, aparat diharapkan tidak hanya menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Polda Metro Jaya menilai terciptanya suasana damai dalam kegiatan tersebut tidak terlepas dari peran serta seluruh pihak yang mampu menjaga ketertiban dan menghormati hak satu sama lain. Sikap saling menghargai antara peserta aksi, petugas, dan masyarakat umum menjadi unsur penting agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tanpa mengabaikan kepentingan publik.
“Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, kita terus menjaga ruang publik agar tetap aman dan damai. Aspirasi masyarakat harus dihormati, begitu pula hak warga lainnya untuk beraktivitas dengan nyaman. Inilah semangat Kerja Melayani Jakarta, polisi hadir untuk mendengar, melindungi, dan melayani,” pungkas Budi.
Melalui pelaksanaan pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis dan kolaborasi lintas instansi, Polda Metro Jaya berharap ruang publik di Jakarta tetap menjadi tempat yang aman bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat maupun menjalankan aktivitas sehari-hari. Kepolisian juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan aspirasi dan hak masyarakat lainnya untuk memperoleh rasa aman serta kenyamanan.

