Lindungi Pelajar dari Jerat TPPO, Imigrasi Kediri Edukasi Siswa SMAN 1 Jombang

Lindungi Pelajar dari Jerat TPPO, Imigrasi Kediri Edukasi Siswa SMAN 1 Jombang

Loading

JOMBANG — Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri terus memperkuat upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menyasar kalangan generasi muda. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi edukatif kepada pelajar SMA Negeri 1 Jombang pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula SMAN 1 Jombang tersebut menjadi langkah edukasi untuk membentengi pelajar dari berbagai ancaman TPPO, khususnya yang berkaitan dengan keberangkatan ke luar negeri. Selain pencegahan kejahatan transnasional, kegiatan itu juga memberikan wawasan mengenai peluang pendidikan dan karier melalui Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (POLTEKIMIPAS).

Sosialisasi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.15 WIB dan diikuti sekitar 80 perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk pemaparan materi hingga sesi tanya jawab bersama narasumber dari Kantor Imigrasi Kediri.

Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian Nasrullah yang hadir mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kediri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata semangat “Imigrasi untuk Rakyat”. Menurutnya, pelajar merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi karena memiliki potensi menjadi sasaran berbagai modus TPPO.

Nasrullah menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam upaya mencegah TPPO. Imigrasi Kediri berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan, edukasi, sekaligus perlindungan, terutama kepada generasi muda.

Pihak SMAN 1 Jombang menyambut positif kegiatan tersebut. Humas SMAN 1 Jombang Sholahuddin, S.Pd., M.M., berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para siswa agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang menawarkan kesempatan bekerja atau beraktivitas di luar negeri.

Menurut Sholahuddin, modus TPPO saat ini semakin beragam. Beberapa di antaranya berupa pengantin pesanan, magang fiktif, hingga penempatan kerja secara nonprosedural. Karena itu, edukasi secara langsung dinilai penting agar para pelajar mampu mengenali tawaran yang berpotensi membahayakan diri mereka.

Dalam sesi materi, Petugas PIMPASA Imigrasi Kediri Rangga Aditya memberikan penjelasan mengenai fungsi keimigrasian serta prosedur pengajuan paspor yang benar. Ia juga memaparkan berbagai modus operandi TPPO, faktor penyebab, serta dampak yang dapat ditimbulkan dari praktik perdagangan orang.

Materi tersebut secara khusus diarahkan sebagai bekal bagi siswa yang memiliki rencana melanjutkan studi maupun bekerja di luar negeri pada masa mendatang. Dengan memahami prosedur keimigrasian yang benar, para pelajar diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan dan tidak mudah tergiur tawaran yang tidak jelas.

Selain mendapatkan edukasi mengenai TPPO, para siswa juga diperkenalkan dengan peluang pendidikan kedinasan. Taruna POLTEKIMIPAS Prodi Hukum Keimigrasian, Firman Dwi Prasetya, membagikan pengalaman sekaligus menjelaskan profil POLTEKIMIPAS kepada para peserta.

Firman memaparkan berbagai hal terkait POLTEKIMIPAS, mulai dari persyaratan dan alur pendaftaran, tahapan seleksi, sistem pendidikan, hingga prospek masa depan setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Informasi tersebut menjadi tambahan wawasan bagi siswa yang berminat melanjutkan pendidikan melalui jalur kedinasan.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat sesi tanya jawab. Para pelajar aktif menyampaikan pertanyaan mengenai prosedur keberangkatan yang aman ke luar negeri maupun berbagai tips untuk menghadapi seleksi taruna. Kantor Imigrasi Kediri juga memberikan suvenir kepada siswa yang berpartisipasi aktif selama kegiatan.

Melalui sosialisasi tersebut, Kantor Imigrasi Kediri berharap para pelajar SMAN 1 Jombang semakin memahami pentingnya mengikuti prosedur imigrasi secara legal. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mengenali potensi TPPO dan menghindari berbagai tawaran yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam praktik perdagangan orang.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga membuka perspektif baru bagi pelajar mengenai peluang pendidikan dan pengabdian kepada negara melalui jalur kedinasan keimigrasian. Dengan bekal informasi yang memadai, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri dari ancaman TPPO, tetapi juga berani mengambil peluang pendidikan dan karier secara aman dan legal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *