![]()
KEDIRI – Semangat pelestarian budaya leluhur kembali bergelora di Kota Kediri. Tepat hari ini, Sabtu, 10 Januari 2026, Sanggar Kridho Manggolo yang berlokasi di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, menjadi tuan rumah bagi puluhan pegiat seni dalam acara “Kumpul Dulur Ketua Grup Jaranan se-Kota Kediri”.
Acara yang diinisiasi oleh Paguyuban Jaranan Kediri Jayati ini dihadiri oleh para ketua dan tokoh kunci dari berbagai grup kesenian jaranan yang tersebar di wilayah Kota Kediri. Suasana guyub rukun terlihat kental saat para seniman ini berkumpul untuk berdiskusi sekaligus mempererat silaturahmi.
Jarod Suseno, atau yang lebih akrab disapa Joko Mbalelo selaku tokoh senior dalam paguyuban tersebut, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kumpul biasa. Menurutnya, agenda ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kekompakan antar kelompok seni.

“Tujuan utama kegiatan hari ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan antar jaranan se-Kota Kediri. Kami ingin memastikan bahwa seluruh grup jaranan di Kediri tetap solid, satu visi, dan saling mendukung dalam menjaga warisan budaya,” ujar Joko Mbalelo di sela-sela kegiatan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan di Kelurahan Bujel ini juga menjadi wadah bagi para ketua grup untuk saling bertukar pikiran mengenai perkembangan kesenian jaranan di era modern, serta memastikan eksistensi Kediri sebagai barometer kesenian jaranan di Jawa Timur tetap terjaga.
Melalui kegiatan “Kumpul Dulur” ini, diharapkan sinergi antara pelaku seni dan paguyuban semakin kuat, sehingga kesenian jaranan tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang sebagai identitas kebanggaan masyarakat Kota Kediri.

