![]()
KEDIRI – Antusiasme masyarakat begitu tinggi dalam kegiatan Bazar Ramadan Presisi yang digelar Polres Kediri, Selasa (17/3/2026). Sejak pagi hari, warga sudah memadati halaman depan Mapolres Kediri untuk berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Keramaian terlihat dari antrean panjang di berbagai stan yang menjual sembako hingga kebutuhan khas Ramadan dan Lebaran. Warga dari berbagai wilayah datang lebih awal demi mendapatkan barang dengan harga murah yang jarang ditemui di pasaran.
Kegiatan bazar tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Kediri, Bramastyo Priaji, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ratih Bramastyo. Acara ini juga dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, pengurus Bhayangkari, para Kapolsek jajaran, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Kediri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara kepolisian dengan berbagai instansi dan stakeholder untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Pada hari ke-27 bulan Ramadan ini, kami menjembatani berbagai stakeholder dalam rangka sinergitas untuk mewujudkan Gerakan Pasar Murah,” ujar Kapolres Kediri.
Bazar Ramadan Presisi ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan, Perum Bulog Kediri, Bank Rakyat Indonesia Cabang Pare, PTPN X, serta sejumlah pabrik gula seperti PG Ngadirejo, PG Pesantren, dan PG Mrican.
Selain itu, bazar juga diramaikan oleh berbagai stan dari Polwan, ASN, Primkoppol Polres Kediri, serta Bhayangkari Cabang Kediri yang turut menjual beragam produk kebutuhan masyarakat dan hasil UMKM lokal.
Sejumlah komoditas utama dijual dengan harga jauh di bawah pasaran. Di antaranya gula kemasan 1 kilogram sebanyak 600 paket seharga Rp15.000, beras SPHP Bulog ukuran 5 kilogram seharga Rp56.000 dengan total distribusi mencapai 4 ton, serta minyak goreng Minyak Kita sebanyak 720 kemasan dengan harga Rp15.000 per liter.
Harga yang relatif murah membuat masyarakat sangat terbantu, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran. Banyak warga mengaku senang karena dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih hemat dibandingkan di pasar.
Tingginya minat masyarakat membuat sebagian besar komoditas yang dijual ludes dalam waktu singkat. Bahkan sebelum waktu Dzuhur, hampir seluruh barang yang tersedia di bazar tersebut telah habis terjual, menandakan tingginya kebutuhan serta antusiasme warga terhadap kegiatan pasar murah ini.

