Anggi Saputra Ibrahim Pantau Penerimaan Akpol, Bintara & Tamtama oleh Polres Kediri Kota

Anggi Saputra Ibrahim Pantau Penerimaan Akpol, Bintara & Tamtama oleh Polres Kediri Kota

Loading

KEDIRI KOTA – Kapolres Kediri Kota didampingi Kabag SDM melaksanakan pengecekan langsung terhadap proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026, Selasa (17/3/2026). Kegiatan monitoring ini digelar di ruang Bag SDM Polres Kediri Kota untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan transparan dan profesional.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres bersama jajaran Bag SDM fokus melakukan monitoring terhadap kesiapan administrasi, kelancaran sistem pendaftaran, serta kualitas layanan bagi para calon peserta seleksi yang mendaftar melalui jalur Akpol, Bintara, maupun Tamtama. Kehadiran pimpinan diharapkan memberi efek pengawasan nyata terhadap proses rekrutmen. Riko Saksono turut mendampingi dan menjelaskan prosedur teknis pelaksanaan pendaftaran.

Kapolres menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri harus berjalan objektif dan bebas dari praktik kecurangan maupun pungutan liar. Ia menekankan pentingnya menciptakan seleksi yang bersih agar publik memiliki kepercayaan penuh terhadap institusi kepolisian. “Kami pastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan. Tidak ada ruang untuk praktik percaloan,” ujar Kapolres.

Lebih jauh, tim Bag SDM memaparkan mekanisme verifikasi administrasi dan pengecekan sistem sehingga calon peserta memperoleh informasi yang akurat mengenai persyaratan dan jadwal seleksi. Petugas pelayanan juga diperintahkan untuk memberikan pendampingan teknis pendaftaran bagi pendaftar yang mengalami kendala, termasuk verifikasi berkas secara cepat dan akurat.

Panitia penerimaan mengingatkan bahwa pendaftaran resmi dibuka sejak 9 Maret hingga 30 Maret 2026, dan seluruh pendaftaran harus dilakukan melalui jalur resmi yang telah ditetapkan. Masyarakat yang berminat diimbau mengikuti prosedur resmi dan menyiapkan dokumen sesuai persyaratan untuk menghindari kesalahan yang bisa menggugurkan pendaftaran.

Sebagai bagian dari upaya antisipasi, Kapolres meminta pengawasan ekstra pada titik-titik rawan percaloan serta menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses oleh calon peserta dan keluarga. Ia juga mengimbau orang tua untuk tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, karena hal tersebut merugikan calon lain dan mencederai integritas seleksi.

Pengawasan langsung dari pimpinan, menurut Kapolres, diharapkan mampu menghasilkan proses rekrutmen yang optimal dan menelurkan personel Polri yang berkualitas serta berintegritas. Selain itu, proses yang transparan diyakini dapat memperkuat citra institusi di mata masyarakat dan menarik calon terbaik yang berkompeten.

Akhirnya, kegiatan monitoring ini ditutup dengan evaluasi internal singkat antara Kapolres, Kabag SDM, dan petugas tata usaha penerimaan untuk mengidentifikasi perbaikan cepat bila ditemukan hambatan teknis. Langkah proaktif seperti ini mendapat respons positif dari petugas dan dipandang penting untuk menjaga kredibilitas seleksi tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *